Tahun ini dipercayakan Tuhan untuk boleh melayani Dia melalui kepanitiaan natal PKKO. Awalnya ya takut dan khawatir ga bisa mengerjakan, apalagi diminta untuk jadi koordinator bidang acara. Hehe bukan masalah jadi koordinator atau anggota, semuanya sama aja sih, sama aja tanggung jawabnya :D
Natal tahun ini, dipesen sama tetua PKKO, katanya mau bikin drama musikal, dengan tema Natal untuk Semua (Yohanes 3:16). Okelah (sok nyantai). Iseng-iseng buat ide cerita. Natal untuk semua, kedatangan Kristus bagi siapa saja, laki, perempuan, tua, muda, kaya, miskin, siapa saja boleeehh hehe...
Puji Tuhan juga ada orang-orang yang mendampingi dan menuntun, jadi banyak advice.
Ide cerita aku buat, dan pembina bidang acara juga buat. Akhirnya dapet 1 tema cerita, yg dibuat oleh pembina bidang acara, intinya Natal untuk semua. Dengan benang merah, seorang anak kecil namanya Natal, yg membawa dan membagi-bagikan hadiah bagi orang lain, setelah ia terlebih dahulu menerima hadiah dari Tuhan Yesus..
Natal dan Preman

Natal dan Ibu Arisan
Natal dan Remaja Galau

Natal dan Profesional Muda

Mempersiapkan drama musikal ternyata ga mudah. Oh iya, drama musikal ini juga kerja sama dengan Bosconian Orchestra dari Gereja St. Yohanes Bosco Sunter. Balik lagi, mempersiapkan acara ini bener-bener ga mudah. Mulai dari persiapan-persiapan teknis, latihan-latihan yg padat (seminggu 2x) secara para pemain kan bukan pemain drama profesional, mereka adalah para profesional yang mau melayani Tuhan lewat permainan drama mereka. Menghafal dialog, berakting, belajar koreografi, plus nyanyi pula. Yang preman bener-bener harus berakting berkelahi, yang Ibu Arisan harus berakting glamour tapi sedih, yang Remaja harus berakting galau, yang Profesional harus berakting jenuh. Bener-bener latihan keras deh pokoknya. Belum lagi harus meeting dengan orkestra, menyampaikan konsep acara dan sebagainya. Superr tired! But it was fun.
Persiapan lain juga ga bisa dilupakan, persiapan para pelayan WL, Singers dan Pemusik. Ada juga pengisi acara. Mnghubungi pembicara dan juga menjelaskan alur cerita pada pembicara. Karena pembicara yang akan menyampaikan kesimpulan di akhir cerita sehingga menolong setiap jemaat untuk dapat mengerti dan mengambil komitmen setelah melihat drama musikal.
Waktu persiapan yang hanya 2 bulan, dengan kebutuhan dana sekitar 64 juta, target undangan 500 orang, tapi Tuhan senantiasa menyertai. Sempat ada berbagai kekhawatiran di awal, tapi di akhir, setelah acara berlangsung, kata "Puji Tuhan" lah yang terucap, karena bener-bener ga kebayang deh kalau tanpa pertolongan Tuhan, ga akan mungkin.
Yang aku nikmati dalam mengerjakan pelayanan ini, adalah semakin mengenal siapa Allah yang aku layani, menikmati penyertaanNya, menikmati providensia Allah, dan terlebih menikmati bagaimana Allah boleh memakai aku dalam pekerjaanNya, menikmati juga penyerahan diri penuh kepadaNya, karena kalau ga, ga akan bisa deh dan ga akan mampu.
Pengalaman baru, dan semakin mengenal berbagai karakter teman-teman panitia (ada yang suka kritik, ada yang baik suka bantuin, ada yang suport, ada yang ga peduli, ada yang timbul tenggelam hahaha). Pengalaman organize acara, kerjasama dengan banyak orang (berbagai kepala, berbagai pendapat, berbagai kemauan, kebayang ga gimana tuh menyatukannya), belajar mendesain poster hehehe.. Ada kalanya seneng, ada kalanya sebel, cape, bete, ada kalanya super excited. Campur aduk deh perasaannya, hehe..


No comments:
Post a Comment