Suatu malam aku masuk ke kamarku. Kubaringkan badan di tempat tidur, tapi mata ini tak mau terpejam juga. Ah, aku mau menulis, pikirku. Ku ambil pensil dan mulai menarikannya di atas kertas.
"Hari ini beda," tulisku.
"Hari ini aku senang"
"Aku mendapat pengalaman baru"
"Mendapat ilmu baru"
"Ada kepuasan dalam hati"
"Untuk yang kesekian kali aku berkata dalam hati 'dunia ini ternyata luas ya'"
"Nggak hanya seluas mata kita memandang"
"Bahkan pake kekeran juga kita ga bakal tahu segimana luasnya dunia ini"
"Dengan menemukan 1 hal baru, dunia ini bertambah luas sejengkal lagi"
"Berarti, hari ini dunia bertambah luas beberapa jengkal lagi bagiku, karena aku menemukan beberapa hal baru"
"Hari ini aku banyak sekali tersenyum"
"Karena hari ini -untuk yang kesekian kalinya- aku sadar bahwa dunia ini luas"
"Terlalu luas untuk aku jelajahi dengan tubuhku yang kecil ini"
"Terlalu luas untuk aku pikirin dengan otakku yang cuma sebesar kepalan tangan"
"Pokoknya luas bgt deh!"
"Karena itu aku sampai pada suatu kesimpulan, kalau dunia ini saja segini luasnya, apalagi Yang Nyiptainnya"
"Sekali lagi aku tersenyum"
"Karena hari ini aku menyadari betapa besarnya Sang Pencipta"
"Dan betapa mungilnya aku"
"Karena, aku adalah ciptaanNya!"
Ku letakkan pensil, ku tutup bukuku. Ahh aku ngantuk sekali. Zzzz.